- Perkembangan Kognitif (Menurut Piaget)
Menurut Piaget, perkembangan kognitif anak usia pra sekolah menurut Piaget masih masuk pada tahap pra operasional. Tahap ini ditandai oleh adanya pemakaian kata-kata lebih awal dan memanipulasi simbol-simbol yang menggambarkan objek atau benda dan keterikatan atau hubungan diantara mereka. Tahap pra-operasional ini juga ditandai oleh beberapa hal, antara lain: egosentrisme, ketidak matangan pikiran/ide/gagasan tentang sebab-sebab dunia di fisik, kebingungan antara simbol dan objek yang mereka wakili, kemampuan untuk fokus pada suatu dimensi pada satu waktu dan kebingungan tentang identitas orang dan objek.
- Perkembangan Bahasa usia Pra sekolah
1. Anak usia 3 tahun dapat menyatakan 900 kata, meggunakan tiga sampai empat kalimat dan bicara dengan tidak putus-putusnya (ceriwis).
2. Anak usia 4 tahun dapat menyatakan 1500 kata, menceritakan ceita yang berlebihan dan menyampaikan lagu sederhana (ini merupakan usia puncak untuk menanyakan ‘mengapa’).
3. Anak usia 5 tahun dapat mengatakan 2100 kata, mengetahui empat warna atau lebih, nama-nama hari dalam semiggu dan nama bulan.
- Perkembangan Psikososial (Menurut Erikson)
Menurut erikson, anak usia pra sekolah berada pada tahap ke-3: inisiatif vs kesalahan. Tahap ini dialami pada anak saat usia 4-5 tahun (preschool age). Antara usia 3 dan 6 tahun, anak menghaapi krisis psikososial dimana erikson mengistilakannya sebagai ‘inisiatif melawan rasa bersalah’ (initiative versus guilt). Pada usia ini, anak secara normal telah menguasai rasa otonomi dan memindahkan untuk menguasai rasa inisiatif. Anak pra sekolah adalah seorang pembelajar yang energik, antusiasme dan pengganggu dengan imajinasi yang aktif. Perkembangan rasa bersalah terjadi pada waktu anak dibuat merasa imajinasi dan aktifitasnya tidak dapat diterima. Anak pra sekolah mulai menggunakan lasana sederhana dan dapat bertoleransi terhadap keterlambatan pemuasan dalam periode yang lama (Dewi, 2015).
- Perkembangan Moral (Menurut Kohlberg)
Menurut (Dewi, 2015) anak pra sekolah berada pada tahap pre konvensional pada tahap perkembangan moral yang berlangsung sampai usia 10 tahun. Pada fase ini, kesadaran ini timbul pada penekanannya pada kontrol eksternal. Standar moral anak berada pada orang lain dan ia mengobservasi mereka untuk menghindari hukuman dan mendapatkan ganjaran.
- Perkembangan Motorik
Menurut Rizki cintya dewi, 2015 perkembangan motorik kasar pada anak pra sekolah, sebagai berikut:
1. Perkembangan Motorik Halus (Fine Motor)
- Usia 3 tahun : Anak dapat menyusun ke atas 9-10 balok , Anak dapat membentuk jembatan 3 balok, Anak dapat membuat lingkaran dan silang
- Usia 4 tahun : Anak dapat melepas sepatu, Anak dapat membuat segi empat, Anak dapat menambhakna 3 bagian ke gambar stik
- Usia 5 tahun : Anak dapat mengikat tali sepatu, Anak dapat menggunakan gunting dengan baik, Anak dapat menyalin wajik an segitiga , Anak dapat menambahkan 7 sampai 9 bagian ke gambar stik, Anak dapat menuliskan beberapa huruf dan angka, dan nama pertamanya
2. Perkembangan Motorik Kasar (Gross Motor)
- Usia 3 tahun : Anak dapat menaiki sepeda roda tiga, Anak menaiki tagga menggukana kaki bergantian, Anak berdiri pada satu kaki selamanya beberapa detik, Anak melompat jauh
- Usia 4 tahun : Anak dapat meloncat, Anak dapat menagkap bola, Anak dapat menuruni tagga menggunakan kaki bergantian
- Usia 5 tahun : Anak dapt meloncat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar