Abstrak
Usia prasekolah merupakan
periode perkembangan yangcepat
terjadinya perubahan dalam berbagaiaspek pembentukan
kualitas sumber daya
manusia yang optimal
sangat tergantung dari proses tumbuh kembang pada usia
dini.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Promosi Kesehatan
Terhadap Pengetahuan Ibu
Tentang Perkembangan Motorik
Halus Pada Anak Prasekolah Usia
3-5 Tahun di
Kelurahan Belian Kota
Batam Tahun 2016. Penelitian
ini dilakukan bulan Juni –Juli
2016 dengan100 responden yang diambil
secara purposivesampling.Rancangan penelitian adalah pretest –posttest group
designdengan metode penelitian experiment.Analisa data menggunakan Uji T-testyang sebelumnya
di uji Normalitas Kolmogrov Smirnov.Hasil
penelitian menunjukkan terjadi peningkatan sebesar
6.72 dengan nilai p-value0.001 <0.05
didapatkan nilai rerata Pengetahuan
sebelum pemberian informasi
sebesar 16.04±1.825 dan
setelah sebesar
22.76±1.640. Sehingga dapat
disimpulkan ada pengaruh
pemberian informasi terhadap
pengetahuan ibu tentang
perkembangan motorik halus
pada anak prasekolah
usia 3-5 tahun. Diharapkan ibu lebih memerhatikan perkembangan motorik
halus, agar terpantau tumbuh kembangnya.Kata Kunci: Ibu,Perkembangan motorik
halus,Pengetahuan
PENDAHULUAN
Perkembangan motorik sangat
berkaitan erat dengan
kegiatan fisik. Motorik merupakan pengendalian gerakan tubuh
melalui kegiatan yang
terkoordinir antara susunan
saraf, otak dan spinal cord, yang harus dicapai
anak adalah motorik
halus yang akan merangsang kelenturan otot-otot
kecil pada anak adalah
motorik halus yang
akan merangsang kelenturan otot-otot
kecil pada anak untuk menyiapkan
pendidikan selanjutnya.Adapun faktor-faktor yang menghambat perkembangan
motorik meliputi tingkat pengetahuan
ibu yang kurang,
adanya ketegangan hubungan ibu
anak, kondisi ibu yang kurang menyenangkan selama
kehamilan, trauma di kepala
akibat kelahiran yang
sulit, IQdi bawah normal,
perlindungan yang berlebihan atau
kelahiran sebelum waktunya, gizi yang
kurang setelah lahir,
kurangnya rangsangan, dorongan dan kesempatan menggerakan semua
bagian tubuh akan
dapat memperlambat
perkembangan kemampuan motorik
anak.1Berdasarkan hasil wawancara
8 orang ibu tentang
perkembangan motorik halus
pada anak hanya 1 orang
ibu yang mengerti pengertian perkembangan motorik
halus.Populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh ibu
yang mempunyai anak
prasekolah usia 3-5 Tahun
kelurahan Belian Kota
Batam yang diperoleh dari pengolahan data dari Dinas Kependudukan Kota
Batam yang meliputi anak prasekolah usia 3-5 Tahun
dengan jumlah 2.909
anak.Berdasarkan hasil data
yang diperoleh dari Kelurahan
Belian Batam Kota, terdapat 54
RW. Maka dari
itu penulis akan melakukan penelitian di Kelurahan
Belian.Berdasarkan latar belakang
diatas, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pemberian Promosi Kesehatan
Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang
Perkembangan Motorik Halus
Pada Anak Prasekolah Usia 3-5 Tahun”.
TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui pengaruh
pemberian promosi kesehatan terhadap pengeahuan ibu tentang perkembangan
motorik halus pada
anak usia prasekolah
usia 3-5 tahun di
Kelurahan Belian Kota
Batam 2016.
METODE PENELITIAN
Desain penelitian yang akan
dilakukan merupakan metode penelitian Experiment yaitu yang bertujuan
untuk memperoleh hubungan sebab akibat
yang tegas, jelas
dan pasti antara beberapa faktor
penyebab dengan permasalahan,
dengan rancangan pre test –post
test group design, yaitu design
yang memberikan tes kemampuan
prasyaratan dan pre test sebelum perlakuan,
serta post test sesudahnya pada
kelompok dan eskperimen
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan penelitian yang
dilakukan pada bulan Maret –April tahun 2016 terhadap 100 Responden Ibu
tentang Pengaruh
Pemberian Informasi Terhadap Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Motorik
Halus pada Anak Usia Prasekolah
Usia 3-5 Tahun
di Kelurahan Belian Kota Batam Tahun 2016.Berdasarkan hasil
Uji Normalitas dengan
menggunakan Uji Kolmogrov Smirnov,
diperoleh distribusi data
pemberian informasi
tentang Perkembangan Motorik Hasil pada
Anak Prasekolah Usia
3-5 Tahun Berdistribusi normal
sehingga dilanjutkan
dengan UjiT-Test. diatas Mean
sebelum diberikan informasi yaitu
16.40 dan sesudah diberikan informasi yaitu 22.67.Skor
rata-rata pengetahuan sebelum pemberian informasi
tentang perkembangan
motorik halus anak
prasekolah usia 3-5
tahun pada Ibu adalah 19.04 dari total skor 27.Skor rata-rata pengetahuan
sebelum pemberian informasi
tentang perkembangan
motorik halus anak
prasekolah usia 3-5
tahun pada Ibu adalah 22.76 dari total skor 27.Skor rata-rata pengetahuan
sebelum pemberian
informasi 16.04 dan
sesudah diberikan informasi 22.76, sehingga mengalami peningkatan
6.72. Hasil analisa lebih lanjut
didapatkan nilai
p-value0.001 < 0.05 yang
berarti bahwa ada
perbedaan yang signifikan antara
rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan informasi.
PEMBAHASAN
Berdasarkan Hasil
penelitian yang telah dilakukan
pada 100 responden
dan telah dilakukan pengolahan
data hasil penelitian pada tabel
5.4 diketahui rata-rata
pengetahuan ibu sebelum diberikan
informasi adalah 16.04 dan
nilai rata-rata pengetahuan
ibu sesudah diberikan informasi
adalah 22.76 sehingga rata-rata pengetahuan ibu
sebelum dan seseudah diberikan
informasi mengalami
peningkatan sebesar 6.72.
dari hasil Uji Bivariatedengan menggunakan
T-Testdidapatkan nilaip-value0.001 <
0.05 dengan demikan Ho
ditolak. Uji Normalitas
data dengan menggunakan Uji Non-Parametricyaitu Uji Kolmogorov Smirnovdidapatkan nilai p
> 0.05 yang
berarti pengetahuan ibu sebelum
dan sesudah pemberian
informasi yang diuji terdistribusi Normal,
dengan demikan dapat dilanjutkan dengan Uji T-Test.Peneliti membandingkan
pengetahuan responden
sebelum dan sesudah
dilakukan pemberian informasi dalam
satu kelompok intervensi dalam
penelitian ini. Menurut Notoadmodjo (2010), pengetahuan
adalah hasil penginderaan
manusia, atau hasil
tahu seseorang terhadap objek
melalui indera yang dimilikinya (mata,
hidung, telinga, dan
sebagainya).Dari hasil penelitian yang dilakukan sebelum diberikan informasi
tentang perkembangan motorik halus
pada anak prasekolah usia 3-5
tahun memiliki pengetahuan yang cukup. Peningkatan pengetahuan
yang terjadi pada Ibu
dikarenakan dalam penelitian
ini dilakukan penyuluhan tentang materi penelitian, yang
dimana materi penyuluhan adalah kebutuhan Ibu yang
memiliki anak usia Prasekolah
mengenai perkembangan motorik halus. Dalam penyampaian penyuluhan dilakukan dengan
metode ceramah dan
Tanya jawab sehingga dapat mengembangkan komunikasi dua
arah yang dilakukan
oleh peneliti dengan harapan
dapat meningkatkan pengetahuan
ibu.Penyuluhan kesehatan telah
dilakukan dengan tujuan dapat mengembangkan pengetahuan ibu
dan rasa keingintahuan
serta pemantauan terhadap tumbuh
kembang anak-anaknya. Sehingga,
tidak hanya ibu saja namun petugas
kesehatan juga ikut
dalam proses pembelajaran ini.
Sebagaimana diketahui, pengetahuan seseorang
dapat bertambah lebih dalam atau luas jika terus digali dan
ditambah. Memperoleh pengetahuan dapat
dilakukan dengan banyak cara seperti salah satunya yaitu mencari informasi
melalui website kesehatan, majalah kesehatan,
buku kesehatan brosur-brosur yang
terdapat di fasilitas
kesehatan. Selain informasi pengalaman
diri sendiri dan orang
lain juga sangat
mempengaruhi tingkat
pengetahuan seseorang. Sehingga,
bertukar pikiran dengan tetangga, saudara
atau masyarakat sekitar itu sangat penting dilakukan. Menurut Notoadmodjo 2 faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
seseorang yaitu pendidikan, usia,
pengalaman, ekonomi, paparan media
massa, dan hubungan
sosial. Berdasarkan teori tersebut
dapat diketahui bahwa pentingnya
informasi sehingga dapat munculnya pengetahuan
baru tentang suatu objek.
Hal ini dapat
membentuk pola berfikir individu.Informasi yang diterima
melalui media cetak, elektronik, pendidikan, penyuluhan, buku-buku dan sebagainya akan
meningkatkan pengetahuan seseorang sehingga dapat mempengaruhi pola
berfikirnya.Teori menyebutkan bahwa
media komunikasi berperan sebagai
media pembuat publik. Maksudnya
adalah media komunikasi ini berkemampuan
untuk menciptakan publik, medefinisikan isu-isu,
memberi referensi umum.Hal ini sejalan
dengan penelitian yang telah
dilakukan oleh Yusran
(2014), mengenai Pengaruh Pendidikan Kesehatan
Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Mengoptimalka Pencapaian Tumbuh
Kembang Anak Prasekolah di
Kecamatan Kartasura menunjukkan
bahwa adanya pengaruh pemberian
pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam
mengoptimalkan pencapaian tumbuh
kembang anak prasekolah di Kecamatan Kartasura.Dapat disimpulkan bahwa
dalam penelitian ini terdapat pengaruh antara penerimaan informasi
tentang perkembangan motorik
halus pada anak prasekolah usia 3 –5 tahun.
Hal ini sejalan
dengan pernyataan yang mengatakan bahwa pemberian informasi
dapat meningkatkan
pengetahuan seseorang dan informasi yang
diperoleh dapat dari
berbagai sumber antara lain
konseling yang diberikan oleh tenaga
kesehatan, penyuluhan kesehatan dan saling bertukar informasi
sesama ibu yang sudah mempunyai banyak
pengalaman dalam mengasuh dan
memantau perkembangan
anaknya.Dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu
dapat lebih memantau perkembangan pada anaknya
sehingga perkembangan yang terjadi
pada anaknya terpantau dengan
baik.
DAFTAR PUSTAKA
1.Soetjiningsih, Ranuh. 2013.Tumbuhkembanganakedisi 2
2.Notoatmodjo, Soekidjo.
Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta.
Rineka Cipta. 2010.
Sumber : http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/view/644/578
Tidak ada komentar:
Posting Komentar