Postingan Populer

Postingan Terbaru

Modul Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah

 

Rabu, 19 Januari 2022

PENGARUH PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH USIA 3-5



Abstrak

Usia prasekolah  merupakan  periode  perkembangan  yangcepat  terjadinya  perubahan  dalam berbagaiaspek  pembentukan  kualitas  sumber  daya  manusia  yang  optimal  sangat  tergantung  dari proses tumbuh kembang pada usia dini.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Promosi  Kesehatan  Terhadap  Pengetahuan  Ibu  Tentang  Perkembangan  Motorik  Halus  Pada  Anak Prasekolah  Usia  3-5  Tahun  di  Kelurahan  Belian  Kota  Batam  Tahun  2016.  Penelitian  ini  dilakukan bulan Juni –Juli 2016  dengan100 responden yang  diambil  secara purposivesampling.Rancangan penelitian  adalah pretest –posttest  group  designdengan  metode  penelitian experiment.Analisa  data menggunakan  Uji T-testyang  sebelumnya  di  uji  Normalitas Kolmogrov  Smirnov.Hasil  penelitian menunjukkan terjadi peningkatan  sebesar  6.72  dengan  nilai p-value0.001  <0.05  didapatkan  nilai rerata   Pengetahuan   sebelum   pemberian   informasi   sebesar   16.04±1.825   dan   setelah   sebesar 22.76±1.640.  Sehingga  dapat  disimpulkan  ada  pengaruh  pemberian  informasi  terhadap  pengetahuan ibu tentang  perkembangan  motorik  halus  pada  anak  prasekolah  usia  3-5  tahun. Diharapkan  ibu lebih memerhatikan perkembangan motorik halus, agar terpantau tumbuh kembangnya.Kata Kunci: Ibu,Perkembangan motorik halus,Pengetahuan

PENDAHULUAN

Perkembangan motorik sangat berkaitan  erat  dengan  kegiatan  fisik.  Motorik merupakan pengendalian gerakan tubuh melalui   kegiatan   yang   terkoordinir   antara susunan saraf, otak dan spinal cord, yang harus dicapai  anak  adalah  motorik  halus  yang  akan merangsang kelenturan   otot-otot   kecil   pada anak    adalah    motorik    halus    yang    akan merangsang   kelenturan   otot-otot   kecil   pada anak untuk menyiapkan pendidikan selanjutnya.Adapun faktor-faktor yang menghambat  perkembangan  motorik  meliputi tingkat  pengetahuan  ibu  yang  kurang,  adanya ketegangan  hubungan  ibu  anak,  kondisi  ibu yang kurang menyenangkan selama kehamilan, trauma  di  kepala  akibat  kelahiran  yang  sulit, IQdi   bawah   normal,   perlindungan   yang berlebihan  atau  kelahiran  sebelum  waktunya, gizi   yang   kurang   setelah   lahir,   kurangnya rangsangan, dorongan dan kesempatan menggerakan  semua  bagian  tubuh  akan  dapat memperlambat    perkembangan    kemampuan motorik anak.1Berdasarkan  hasil  wawancara  8  orang ibu  tentang  perkembangan  motorik  halus  pada anak   hanya   1   orang   ibu   yang   mengerti pengertian perkembangan motorik halus.Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah seluruh  ibu  yang  mempunyai  anak  prasekolah usia  3-5  Tahun  kelurahan  Belian  Kota  Batam yang diperoleh dari pengolahan data dari Dinas Kependudukan   Kota   Batam   yang   meliputi anak prasekolah usia 3-5 Tahun dengan jumlah 2.909    anak.Berdasarkan    hasil    data    yang diperoleh  dari  Kelurahan  Belian  Batam  Kota, terdapat  54  RW.  Maka  dari  itu  penulis  akan melakukan penelitian di Kelurahan Belian.Berdasarkan    latar    belakang    diatas, maka    penulis tertarik    untuk    melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pemberian Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang  Perkembangan  Motorik  Halus  Pada Anak Prasekolah Usia 3-5 Tahun”.

TUJUAN PENELITIAN

Untuk mengetahui pengaruh pemberian promosi kesehatan terhadap pengeahuan ibu tentang perkembangan motorik  halus  pada  anak  usia  prasekolah  usia 3-5  tahun  di  Kelurahan  Belian  Kota  Batam 2016.

METODE PENELITIAN

Desain penelitian yang akan dilakukan merupakan metode penelitian Experiment yaitu yang  bertujuan  untuk  memperoleh  hubungan sebab  akibat  yang  tegas,  jelas  dan  pasti antara beberapa faktor penyebab dengan permasalahan,  dengan  rancangan pre  test –post   test   group   design, yaitu   design   yang memberikan  tes  kemampuan  prasyaratan  dan pre   test sebelum   perlakuan,   serta post  test sesudahnya pada kelompok dan eskperimen

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada bulan Maret –April tahun 2016 terhadap 100     Responden     Ibu     tentang     Pengaruh Pemberian   Informasi Terhadap   Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Motorik Halus pada Anak   Usia   Prasekolah   Usia   3-5   Tahun   di Kelurahan Belian Kota Batam Tahun 2016.Berdasarkan    hasil    Uji    Normalitas dengan menggunakan Uji Kolmogrov Smirnov,  diperoleh  distribusi  data  pemberian informasi    tentang    Perkembangan    Motorik Hasil  pada  Anak  Prasekolah  Usia  3-5  Tahun Berdistribusi    normal    sehingga    dilanjutkan dengan   UjiT-Test. diatas   Mean   sebelum diberikan  informasi  yaitu  16.40  dan  sesudah diberikan informasi yaitu 22.67.Skor rata-rata   pengetahuan   sebelum pemberian   informasi   tentang   perkembangan motorik  halus  anak  prasekolah  usia  3-5  tahun pada Ibu adalah 19.04 dari total skor 27.Skor rata-rata   pengetahuan   sebelum pemberian informasi   tentang   perkembangan motorik  halus  anak  prasekolah  usia  3-5  tahun pada Ibu adalah 22.76 dari total skor 27.Skor rata-rata   pengetahuan   sebelum pemberian    informasi    16.04    dan    sesudah diberikan informasi 22.76, sehingga mengalami   peningkatan   6.72.   Hasil   analisa lebih  lanjut  didapatkan  nilai p-value0.001  < 0.05  yang  berarti  bahwa  ada  perbedaan  yang signifikan antara rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan informasi.

PEMBAHASAN

Berdasarkan    Hasil    penelitian    yang telah  dilakukan  pada  100  responden  dan  telah dilakukan   pengolahan   data   hasil   penelitian pada  tabel  5.4  diketahui  rata-rata  pengetahuan ibu  sebelum  diberikan  informasi  adalah  16.04 dan  nilai  rata-rata  pengetahuan  ibu  sesudah diberikan   informasi   adalah   22.76   sehingga rata-rata     pengetahuan     ibu     sebelum     dan seseudah    diberikan    informasi    mengalami peningkatan    sebesar    6.72.    dari    hasil    Uji Bivariatedengan menggunakan T-Testdidapatkan  nilaip-value0.001  <  0.05  dengan demikan   Ho   ditolak.   Uji   Normalitas   data dengan    menggunakan    Uji Non-Parametricyaitu   Uji Kolmogorov   Smirnovdidapatkan nilai  p  >  0.05  yang  berarti  pengetahuan  ibu sebelum   dan   sesudah   pemberian   informasi yang    diuji    terdistribusi    Normal,    dengan demikan dapat dilanjutkan dengan Uji T-Test.Peneliti  membandingkan  pengetahuan responden   sebelum   dan   sesudah   dilakukan pemberian   informasi   dalam   satu   kelompok intervensi    dalam    penelitian    ini.    Menurut Notoadmodjo (2010), pengetahuan adalah hasil penginderaan     manusia,     atau     hasil     tahu seseorang  terhadap  objek  melalui  indera  yang dimilikinya    (mata,    hidung,    telinga,    dan sebagainya).Dari    hasil    penelitian    yang dilakukan sebelum diberikan informasi tentang perkembangan    motorik    halus    pada    anak prasekolah usia 3-5 tahun memiliki pengetahuan yang cukup. Peningkatan  pengetahuan  yang  terjadi pada   Ibu   dikarenakan   dalam   penelitian   ini dilakukan penyuluhan tentang materi penelitian,   yang   dimana   materi   penyuluhan adalah kebutuhan Ibu yang memiliki anak usia Prasekolah  mengenai  perkembangan  motorik halus. Dalam penyampaian penyuluhan dilakukan  dengan  metode  ceramah  dan  Tanya jawab sehingga dapat mengembangkan komunikasi   dua   arah   yang   dilakukan   oleh peneliti  dengan  harapan  dapat  meningkatkan pengetahuan ibu.Penyuluhan  kesehatan  telah  dilakukan dengan tujuan dapat mengembangkan pengetahuan  ibu  dan  rasa  keingintahuan  serta pemantauan  terhadap  tumbuh  kembang  anak-anaknya. Sehingga, tidak hanya ibu saja namun petugas   kesehatan   juga   ikut   dalam   proses pembelajaran    ini.    Sebagaimana    diketahui, pengetahuan  seseorang  dapat  bertambah  lebih dalam atau luas jika terus digali dan ditambah. Memperoleh    pengetahuan    dapat    dilakukan dengan banyak cara seperti salah satunya yaitu mencari  informasi  melalui  website  kesehatan, majalah   kesehatan,   buku   kesehatan   brosur-brosur   yang   terdapat   di   fasilitas   kesehatan. Selain  informasi  pengalaman  diri  sendiri  dan orang  lain  juga  sangat  mempengaruhi  tingkat pengetahuan   seseorang.   Sehingga,   bertukar pikiran     dengan     tetangga,     saudara     atau masyarakat sekitar itu sangat penting dilakukan. Menurut  Notoadmodjo 2 faktor-faktor yang   mempengaruhi   pengetahuan   seseorang yaitu  pendidikan,  usia,  pengalaman,  ekonomi, paparan  media  massa,  dan    hubungan  sosial. Berdasarkan   teori   tersebut   dapat   diketahui bahwa  pentingnya  informasi  sehingga  dapat munculnya   pengetahuan   baru   tentang   suatu objek.  Hal  ini  dapat  membentuk  pola  berfikir individu.Informasi yang diterima melalui media cetak,    elektronik,    pendidikan,    penyuluhan, buku-buku dan sebagainya akan meningkatkan pengetahuan seseorang sehingga dapat mempengaruhi pola berfikirnya.Teori    menyebutkan    bahwa    media komunikasi  berperan  sebagai  media  pembuat publik.  Maksudnya  adalah  media  komunikasi ini  berkemampuan  untuk  menciptakan  publik, medefinisikan    isu-isu,    memberi    referensi umum.Hal  ini sejalan  dengan  penelitian  yang telah  dilakukan  oleh  Yusran  (2014),  mengenai Pengaruh    Pendidikan    Kesehatan    Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Mengoptimalka Pencapaian Tumbuh Kembang Anak   Prasekolah   di   Kecamatan   Kartasura menunjukkan bahwa adanya pengaruh pemberian    pendidikan    kesehatan    terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam mengoptimalkan  pencapaian  tumbuh  kembang anak prasekolah di Kecamatan Kartasura.Dapat    disimpulkan    bahwa    dalam penelitian     ini     terdapat     pengaruh     antara penerimaan  informasi  tentang  perkembangan motorik halus pada anak prasekolah usia 3 –5 tahun.  Hal  ini  sejalan  dengan  pernyataan  yang mengatakan  bahwa pemberian  informasi  dapat meningkatkan    pengetahuan    seseorang    dan informasi  yang  diperoleh  dapat  dari  berbagai sumber  antara  lain  konseling  yang  diberikan oleh  tenaga  kesehatan,  penyuluhan  kesehatan dan saling bertukar informasi sesama ibu yang sudah  mempunyai  banyak  pengalaman  dalam mengasuh     dan     memantau     perkembangan anaknya.Dengan adanya penelitian ini diharapkan     ibu     dapat     lebih     memantau perkembangan pada anaknya sehingga perkembangan   yang   terjadi   pada   anaknya terpantau dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

1.Soetjiningsih, Ranuh.    2013.Tumbuhkembanganakedisi 2

2.Notoatmodjo, Soekidjo. Metodologi Penelitian   Kesehatan.   Jakarta.   Rineka Cipta. 2010.


Sumber : http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/view/644/578

Tidak ada komentar:

Posting Komentar